Beberapa hari yang lalu saya membeli buku karangan bapak Prof. Quraish Shihab, salah satu ahli tafsir kenamaan Indonesia bahkan menurut saya dunia (karna tafsirnya berbahasa Indonesia mungkin yang menyebabkan beliau kurang dikenal dunia, ini sebatas pengetahuan saya), yang berjudul “berbisnis dengan ALLAH”. Setelah membaca beberapa halaman (sampai sekarang belum selesai bacanya), ada salah satu halaman yang menarik buat saya,sehingga ketika membacanya benar-benar saya pikirkan, renungkan dan saya coba untuk mengambil hikmahnya. Hal ini bukan berarti halaman yang lain tidak menarik untuk dibaca, halaman yang lain juga menarik (baca: memberikan hikmah) dengan aspek bahasannya sendiri.
Isi tulisan yang menarik itu dijadikan referensi oleh pak Quraish Shihab dalam membahas mengenai “Peranan manfaat Iman/kepercayaan dalam kehidupan”.
Biar tidak penasaran langsung saja saya berikan petikan tulisan tersebut.
Ingat!!baca dengan seksama, pikirkan dan renungkan dalam-dalam agar anda mendapatkan hikmahnya.
Ingat!!baca dengan seksama, pikirkan dan renungkan dalam-dalam agar anda mendapatkan hikmahnya.
Ilmu memberi kekuatan yang menerangi jalan kita, sedang iman menumbuhkan harapan dan dorongan bagi jiwa kita.
Ilmu menciptakan alat-alat produksi dan akselerasi, sedang iman menetapkan haluan yang dituju serta memelihara kehendak yang suci.
Ilmu menyingkap yang maujud, sedang iman menjelaskan apa yang harus kita kerjakan.
Ilmu adalah revolusi eksternal, sedang iman adalah revolusi internal.
Ilmu menjadikan alam menjadi alam manusiawi, sedang iman menjadikan jiwa menjadi jiwa manusiawi.
Ilmu memperluas wilayah wujud secara horisontal, sedang iman meningkatkan peringkat wujud secara vertikal.
Ilmu menciptakan alam, dan iman membuat orang menjadi manusia.
Ilmu dan iman, keduanya, merupakan kekuatan, kekuatan ilmu terpisah sedang kekuatan iman menyatu. Keduanya adalah keindahan dan hiasan; ilmu adalah keindahan akal, sedang iman keindahan jiwa; ilmu hiasan pikiran dan iman hiasan perasaan. Keduanya menghasilkan ketenangan, ketenangan lahir oleh ilmu dan ketenangan batin oleh iman.
Ilmu dan iman, keduanya, memelihara manusia. Ilmu memeliharanya dari penyakit-penyakit jasmani dan malapetaka duniawi, sedang iman memeliharanya dari penyakit-penyakit ruhani dan kompleks-kompleks kejiwaan serta malapetaka ukhrawi.
Ilmu menyesuaikan manusia dengan diri dan lingkungannya, sedang iman menyesuaikannya dengan jati dirinya.
Demikian petikan kalimat tersebut. Seperti kata saya di atas bahwa kalimat ini dijadikan referensi, pak Quraish Shihab mengambilnya dari buku yang berjudul, Al-Insan wa al-Iman, karangan salah satu cendikiawan muslim kenamaan yang berasal dari Iran, Murtadha Muthahhari.
Petikan di atas bisa dijadikan pelajaran dalam memahami apa itu Ilmu dan apa itu Iman. Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat, saling mendukung satu sama lain.Ibarat sepeda motor (sebagai ilmu), dan bensin (sebagai iman). Karna seperti salah satu petikan di atas, Ilmu memberi kekuatan yang menerangi jalan kita, sedang iman menumbuhkan harapan dan dorongan bagi jiwa kita. Jadi iman merupakan dorongan yang berasal dari batin kita yang digunakan untuk mencari ilmu sebagai bekal penerang jalan hidup kita hingga mati kelak.
Ketika kita mencari ilmu gunakanlah iman sebagai dorongan terkuat atau bisa dibilang motivasi anda, tentunya iman disini adalah percaya kepada ALLAH SWT, agar ilmu yang kita dapatkan kelak hasilnya bisa maksimal dan bermanfaat bagi kehidupan dunia, lebih-lebih sebagai amal baik yang akan diperhitugkan di akhirat kelak, inilah yang terpenting. Jadi ketika anda mencari ilmu, jangan pernah pisahkan dengan Iman, jika anda menginginkan hasil maksimal dunia dan akhirat. Demikian.
Wallahua’lam.